Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Duel Berdarah di Empang Balinggi, Petani Tewas Tertusuk Parang dan Badik

badge-check


					Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah Kecamatan Balinggi. Seorang petani bernama Nangka (59) tewas di tempat setelah terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di area empang, Dusun IX Taman Sopo, Desa Malakosa, (Foto: Istimewa) Perbesar

Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah Kecamatan Balinggi. Seorang petani bernama Nangka (59) tewas di tempat setelah terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di area empang, Dusun IX Taman Sopo, Desa Malakosa, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Parigi Moutong, Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah Kecamatan Balinggi. Seorang petani bernama Nangka (59) tewas di tempat setelah terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam di area empang, Dusun IX Taman Sopo, Desa Malakosa, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Insiden tragis ini bermula saat pelaku berinisial AE (43) mendatangi lokasi empang sekitar pukul 16.00 WITA dengan maksud memperbaiki pintu air. Namun, situasi berubah tegang ketika korban datang dan mempertanyakan aktivitas tersebut.

Adu mulut antara keduanya pun tidak terhindarkan hingga berujung pada perkelahian sengit.

Dalam duel tersebut, pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang dan badik. Berdasarkan keterangan awal, korban mengalami tiga luka tusuk di bagian perut yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi. Kapolsek Sausu, Yakobus Mangopo, bersama personel segera melakukan penanganan awal serta mengamankan situasi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sausu untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Balinggi untuk keperluan visum. Sementara itu, penyidik masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur musyawarah atau hukum yang berlaku. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada hilangnya nyawa dan penyesalan seumur hidup,” tambah Kapolsek.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berujung fatal jika tidak dikendalikan dengan baik. Polisi memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal